Program Keahlian

Sejarah Singkat

 

profil2

SEJARAH

Latar Belakang

Pada tahun 1965 dari data-data yang ada pada saat itu disimpulkan bahwa tenaga Asisten Apoteker sangat kurang, baik didaerah Kalsel pada khususnya maupun untuk Kaltim dan Kalteng pada umumnya. Beberapa faktor penyebab kurangnya tenaga Asisten Apoteker tersebut antara lain :

  1. Kesulitan untuk mendapat tenaga Asisten Apoteker dari luar daerah (dari Jawa)
  2. Biaya untuk mengikuti pendidikan Asisten Apoteker ke luar daerah (Jawa) cukup mahal.

Mengingat tenaga ini sangat diperlukan, karena apotek mulai bermunculan dan sektor pemerintah (RS, Puskesmas), maka tokoh-tokoh pendiri yang terdiri dari para apoteker :

  1. Drs. H.M.Thamrin Asan
  2. Drs. H. Makmur
  3. Drs. Koeng Sarpan
  4. Drs. Abd. Barri
  5. Drs. G. Kosasih

Mengambil inisiatif dengan bermodalkan keberanian dan kebulatan tekad mendirikan Sekolah Asisten Apoteker dengan tujuan :

  1. untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah mengikuti pendidikan Asisten Apoteker di Banjarmasin
  2. membantu daerah dalam menanggulangi kesulitan tenaga Asisten Apoteker, baik sektor pemerintah maupun swasta dengan berkembangnya dunia kefarmasian di daerah.

Gagasan dari pendiri yang terhimpun dalam Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Kalimantan Selatan ini mendapat sambutan dan dukungan yang baik dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Bapak dr. R.M.Noto Sunaryo (alm) dan Kepala Perwakilan Departemen P&K Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Asnawi (alm).

Akhirnya dengan kebulatan tekad dan niat yang tulus ikhlas pada tanggal 1 September 1965, diresmikanlah Sekolah Asisten Apoteker Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (SAA-ISFI) dengan berstatus swasta oleh Bapak Pengawas / Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kepala Sekolahnya Drs. Koeng Sarpan (alm)

Back to Top