Program Keahlian

Berusaha Luar Biasa

 

berusaha

Islam sebagai sebuah ajaran dan sistem nilai telah memberikan motivasi dan perintah kepada kita untuk berusaha luar biasa, berusaha dengan sepenuh hati, dengan segenap kemampuan yang ada pada diri kita secara maksimal. Usaha yang seperti itulah kira-kira yang dalam salah satu potongan ayat al-Qur’an dinyatakan dengan ungkapan “fattaqullaha mastatho’tum”. Jika kita mau berusaha secara sungguh-sungguh dengan tujuan yang jelas maka kita akan dapat meraihnya, dalam bahasa arab kita temukan ungkapan “man jadda wajada (barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia dapat)”. Semangat ini harus kita tanamkan dan kita yakini dalam diri kita, karena dalam al-Qur’an Allah SWT. telah berjanji “alladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa (barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalan-Ku, pasti akan Aku berikan berbagai jalan kemudahan)” dan ayat al-Qur’an yang menyerukan “Bekerjalah dengan sungguh-sungguh di tempat kalian masing-masing, maka Allah akan memberikan pertolongan atas pekerjaanmu (I’maluu ‘alaa makanatikum fasayarallahu ‘amalakum)”.

Spirit ajaran di atas telah memberikan inspirasi dan semangat luar biasa bagi Abdullah (bukan nama sebenarnya, penulis tidak menggunakan nama sebenarnya atas permintaan yang bersangkutan) di dalam menjalani hidupnya mulai masa anak-anak sampai kini ia menjadi pemimpin sebuah lembaga pendidikan yang boleh dikata sukses dan berkembang pesat. Abdullah dengan 10 saudaranya (2 diantaranya meninggal saat masih bayi, kina tinggal 9 orang) lahir dari seorang ibu dan ayah yang taat beragama dan sangat sederhana, kedua orang tuanya bukan orang berpendidikan tinggi, ayahnya lulusan sekolah rakyat yang otodidak dan ibunya tidak lulus SD, pekerjaannya adalah membuat kue untuk dijual di warung-warung, penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya. Untuk mencukupi kebutuhan biaya pendidikan bagi anak-anaknya sering kali harus gali lubang tutup lubang. Meskipun kondisi ekonomi keluarga ini tidak berkecukupan dan bahkan sering kali kekurangan, mereka berdua berusaha luar biasa agar anak-anaknya tidak seperti dirinya – yang tidak sempat mengenyam pendidikan menengah apalagi pendidikan tinggi, keduanya berjuang keras agar anak-anaknya bisa lulus perguruan tinggi dan memberikan manfaat dalam kehidupan dirinya dan orang lain.

Dari sembilan bersaudara, Abdullah adalah anak keenam, saat ini semuanya telah menyelesaikan pendidikan tinggi, seorang bergelar Doktor, seorang sedang menempuh program Doktor, empat orang telah lulus Program Magister, dan tiga orang lainnya lulus Program strata satu. Kesemuanya telah berkeluarga dan dari sisi pekerjaan ada yang menjadi rektor, kepala sekolah, guru dan dosen, serta wiraswasta.

Abdullah dalam menjalani hidupnya banyak mendapatkan didikan dan tempaan ketangguhan mental dari kedua orang tuanya, terutama ketika masa anak-anak dan masa sekolah. Sejak sekolah di MI-SD dan SMP (keduanya termasuk sekolah di desa) Abdullah telah menunjukkan semangat luar biasa di dalam belajar dan bekerja, materi yang akan diajarkan oleh gurunya di sekolah sudah dipelajarinya terlebih dahulu di rumah, dia juga giat bekerja membantu orang tuanya untuk pekerjaan rumah tangga dan bertanam kacang panjang untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna menopang biaya sekolahnya. Di samping mempunyai semangat belajar ia juga taat beragama, di samping shalat lima waktu ia juga menjalankan shalat sunnah. Atas usaha luar biasa (belajar dan bekerja serta beribadah) yang ia lakukan itu dalam sekolah ditingkat SD dan SMP ini ia selalu masuk tiga besar dalam rangking prestasi belajarnya.

Ketika lulus SMP ia meraih NEM tertinggi di sekolahnya, kemudian Abdullah didaftarkan ke SMAN 1 Sidoarjo dan akhirnya diterima. Jika di SMP ia selalu ranking 1 atau 2, tidak demikian halnya ketika di SMAN 1 Sidoarjo, pada saat kelas 1 ia berada pada rangking 39 dari 44 siswa di kelasnya. Ada banyak faktor yang menjadikan ia berada diurutan bawah, antara lain : (1) ia adalah satu-satunya siswa dari sekolah desa (SMP asalnya) yang diterima di SMAN 1 Sidoarjo, yang belum punya pengalaman sekolah di kota, sementara siswa SMAN 1 Sidoarjo sebagian besar berasal dari SMPN 1 Sidoarjo yang terkenal anaknya pintar-pintar dan semangat belajarnya tinggi, sehingga ia agak minder dan kurang punya pengalaman berkompetisi dengan siswa kota; (2) terbatasnya biaya yang ada, sehingga untuk membeli buku saja tidak ada, bahkan untuk uang saku saja kadang tidak ada. Dengan peringkat yang berada di bawah itu tidak membuatnya patah semangat, ia yakin bahwa keadaan itu masih bisa berubah menjadi lebih baik, kemudian ia berjuang keras – belajar dan berdoa, akhirnya di kelas 2 bisa naik menjadi ranking 25 di kelasnya, usahanya ditingkatkan lagi di kelas 3 hingga prestasi belajarnya melesat meraih ranking 1 di kelasnya.

Lulus dari SMAN 1 Sidoarjo tahun 1988 Abdullah melanjutkan kuliah di Malang. Spirit untuk berprestasi yang telah dirasakan hasilnya ketika sekolah menjadikan dirinya semakin yakin untuk bisa ditingkatkan dalam perkuliahannya. Dalam perkembangan perkuliahnnya menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan, meskipun kuliahnya tergolong melompat-lompat. Ketika semester 2 ia berani mengambil mata kuliah di semester 4, hal ini terjadi karena mata kuliah yang dipasarkan di semester 2 tidak sampai 24 SKS, padahal ia

berhak untuk mengambil 24 SKS. Kejadian ini terulang terus, ketika semester 3 sebagian mata kuliah diambil di semester 5, ketika semester 4 ia juga mengambil mata kuliah di semester 6, dan ketika semester 5 ia juga mengambil mata kuliah di semester 7, sehingga pada semester 7 tinggal beberapa mata kuliah, diakhiri dengan melakukan penelitian dan penulisan skripsi. Mengapa kuliahnya harus melompat-lompat? Ternyata jawabannya adalah ingin segera menyelesaikan kuliahnya supaya tidak menambah beban orang tuanya.

Prestasi belajar yang dicapai Abdullah dalam perkuliahan yang ditempuhnya mengantarkan dirinya sebagai wisudawan terbaik kedua untuk program studi matematika pada tahun 1992. Pada tahun 2000 Abdullah melanjutkan kuliah S2 di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika kuliah S2 dengan biaya mandiri, ia sempat tidak bisa membayar SPP, akhirnya ia mengajukan beasiswa ke beberapa kedutaan besar Negara muslim yang ada di Indonesia, dari usahanya itu akhirnya mendapatkan beasiswa bantuan biaya pendidikan dari kedutaan Saudi Arabiah, sehingga ia bisa membayar SPP dan mengikuti ujian. Dengan semangat dan perjuangan luar biasanya ia dapat menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun dan menjadi wisudawan terbaik pada tahun 2002 dengan IPK 3,87.

Potret keberhasilan Abdullah di atas bisa menjadi uswah bagi kita bahwa meskipun banyak keterbatasan fasilitas dan dana yang dimiliki, kalau kita mau berusaha luar biasa, berusaha dengan sepenuh hati, dengan segenap kemampuan yang ada pada diri kita secara maksimal, maka kita akan memetik buah kesuksesan. Jika anda menginginkan sesuatu yang luar biasa, maka anda harus melakukan usaha yang luar biasa pula, selamat berusaha luar biasa untuk meraih keberhasilan luar biasa. Semoga Allah meridlai. (Hidayatulloh)

Sumber:
Hidayatulloh (Kepala SMAMDA Sidoarjo)
Hidayatulloh69@gmail.com

KOMENTAR / PERTANYAAN What is on your mind? Silahkan tulis di sini...

Back to Top